Linux Mint 8, Helena, sebentuk kepraktisan dari Linux!

Berawal dari laptop rusak, ganti harddisk, install OS Windows XP SP2 *masih jadi windows favorit saya*, LAN ngga berfungsi, install Windows XP SP2 berulang-ulang kali, sampailah saya pada kejadian “Akhirnya pake Linux juga tu laptop”.

Awalnya, 4 bulan yang lalu itu, saya berniat pake Ubuntu. Tapiiii,, tergoda dengan iming-iming abang-abang saya yang bilang kalau Linux Mint lebih “gampang”, jadilah saya awalnya mencoba pake Linux Mint. Lagi-lagi, berhubung yang ada di ruangan saya cuman Live CD-nya Helena, jadilah saya pake Helena.

Dan ternyata benaaar. Kesan pertama saya saat pake Linux Mint, Helena, adalah praktis banget! Saya sampe curiga, ini bener linux ato bukan sih. Ke-praktisan Linux Mint ini berasa banget sejak awal proses instalasi. Entah saya yang ngga tau, gaptek, atau ketinggalan jaman, seinget saya sekitar tiga tahun yang lalu saya instal Ubuntu itu masih lewat console,, command2 gitu. (apa jangan2 dosen saya ngerjain saya yah??hahaha)

Nah ini, si Helena, all you have to do is just click the “Install” shortcut on the desktop..!! Bah! enak amat kan.. Langkah selanjutnya (6 atau 7 tahap gitu,, saya lupa) juga cuma klak-klik aja, termasuk untuk partisi HD! I dooooo really love it..!

Setelah proses instalasi yang cuma makan waktu sekitar setengah jam (ngga nyampe kayanya), dan laptop saya restart, saya langsung suka sama penampilan  hijau si Mint ini. Grafisnya oke! (walaupun sekarang saya mulai ngelirik Ubuntu 11.04 yang grafisnya oke juga.. hahahaha) Selain itu, tampilan menunya juga praktis banget (look like Windows XP sih), saya langsung familier sama menunya.

Puas ngintip dikit pilihan tampilannya (silahkan klik kanan pada desktop, pilih menu paling bawah tuh *lupaTulisanLengkapnya*), saya tentu aja langsung coba semua hardware saya. Read more…

Membumikan Kriptografi, Perlukah??

Saya yakin, teman2 saya di jurusan Manajemen Persandian tidak akan segan2 menjitak saya karena judul postingan kali ini. :mrgreen: Baca dulu boi..

Membumikan kriptografi itu apa sih??

Saya bukan anak manajemen persandian, jadi tak akan saya tuliskan definisinya. Yang jelas, teknisnya adalah menjelaskan mengapa kriptografi dibutuhkan –walaupun kriptografi hanya sebuah bagian kecil dari usaha pengamanan-,, menanamkan kewaspadaan akan keamanan informasi kepada masyarakat,, memastikan bahwa pengamanan informasi –khususnya penggunaan ilmu kriptografi- dilakukan,, dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi, perlukah?

Jelas perlu boi.. Saya tak rela belajar Route, DES, Digital Signature, AES, RSA, Key Management, Protokol Kriptografi, dan lain sebagainya kalau pada akhirnya ilmu itu sia2,, tak digunakan karena ternyata ilmu kriptografi tidak membumi a.k.a kriptografi dianggap tak perlu digunakan. Dan saya lebih tidak rela kalau misalnya algoritma otentikasi yang saya buat dalam bentuk sebuah aplikasi (tinggal “pake”) untuk login ke sebuah server berisi data rahasia menggunakan sebuah password digunakan oleh mereka yang menempelkan kertas berisi passwordnya di pinggiran monitor komputer. Mengertikah maksud saya? :-)

Saya akan memberikan contoh bagaimana Amerika Serikat, melalui institusinya yang bergerak di bidang kriptografi, yaitu NSA (National Security Agency) mencoba membumikan kriptografi di tempat mereka.

Read more…

Perkenalan yang Berkesan.. Hahahaha…

Pernyataan “Tetap Semangat”, “Saya bangga dengan adik-adik saya”, “Saya senang dan bangga bertemu dengan mahasiswa STSN”, “Harap kita bisa berbagi ilmu”, “Ikut Diklat karena ingin terus belajar untuk memenuhi tututan perkembangan zaman”, “Adik-adik yang lebih muda tentu kami harapkan apat mengembangkan persandian Indonesia” yang dilontarkan oleh senior-senior saya itu sedikit banyak membuat saya senang, bersemangat, bangga, tapi sekaligus malu. Malu??

Saya mau curhat (lagi).. :mrgreen: Jadi begini. Lembaga Sandi Negara selain menyelenggarakan pendidikan tinggi tempat saya berkuliah, yaitu STSN, juga menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) untuk Sandiman. Kedua jenis pendidikan ini ada dalam satu kompleks yang bernama Bumi Sanapati, itulah kampus saya. Oleh karena itu, ada tradisi berupa acara perkenalan di kampus saya setiap ada peserta Diklat Angkatan baru yang datang, entah itu Diklat yang lamanya 6 bulan, ataupun hanya dua minggu. Singkat cerita, yang ingin saya sampaikan ini adalah pengelanaan pikiran saya selama acara perkenalan dengan Diklat Sandiman* angkatan 142-143 dan Diklat Sandiman Ahli tk.III*.

Sejak awal perkenalan, saya terkesan dengan bapak-bapak yang memperkenalkan dirinya pada perkenalan gelombang pertama, yaitu bapak-bapak peserta Diklat Sandiman Ahli tk.III*. Bapak-bapak ini ternyata sebagian besar adalah senior-senior saya, lulusan Akademi Sandi Negara jaman saya belum lahir. Bukan karena beliau2 itu adalah senior saya makanya saya terkesan. Yang membuat saya terkesan adalah apa yang beliau2 sampaikan. Read more…

Kisah kelinci percobaan untuk Sistem yang Baru

Demi untuk membahas masalah ini, saya sempatkan untuk mengetik sembari menunggu pembimbing tugas akhir saya datang. :mrgreen:

Seringkali sebuah sistem atau aturan (saya singkat menjadi SAA agar mudah.. :mrgreen:   ) yang baru diterapkan dalam suatu organisasi dengan niat adanya perbaikan. Sayangnya, berdasarkan pengalaman pribadi (suer ini bukan curhat), terkadang (untuk kasus pribadi saya bahkan sering) pembuat SAA baru tidak memperhatikan beberapa hal penting, misalnya fasilitas dan sumber daya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan SAA tersebut,  dampak dan akibat yang mungkin timbul, bahkan bagaimana aturan tersebut memberikan pengaruh kepada tujuan utama organisasi. Hal ini tentu menimbulkan permasalahan. Si SAA tadi bukannya memberikan kontribusi berupa perbaikan, tapi malahan berkontribusi memberikan masalah untuk diselesaikan. Saya buat permisalan atawa contoh agar mudah (bagi saya untuk menuliskan maksud saya).. Hehehe..

Misal nih ya, pemimpin sebuah perusahaan membuat aturan baru “Semua karyawan harus makan siang di kantin yang ada di kantor”, tujuannya agar karyawan gak ada yang terlambat kembali ke kantor setelah jam istirahat, pelanggar aturan akan dikenakan “sanksi”. Padahal jumlah karyawan ada 1000 orang, kapasitas kantin hanya 50 orang, satu orang butuh waktu makan minimal 20 menit. Mau-digimanain-juga aturan itu ga mungkin dilaksanakan. Ya ngga? Yang ada jadi timbul masalah baru, sebagian besar karyawan gak bisa makan siang, akibatnya karyawan gak produktif lagi setelah jam istirahat siang dan banyak yang sering sakit. SAA jadi gak guna.

Jadi gimana dunk klo mo buat SAA baru? Saya bukan pakar dalam hal ini,, juga gak pernah belajar tentang ini,, tapi saya punya jawaban sebagai objek dari berbagai SAA yang ada, entah itu di rumah, di kampus, ataupun di negara ini,, dan jawaban saya adalah:

  1. Cek dulu rancangan SAAnya, sesuai dengan tujuan utama organisasi ngga, menunjang perbaikan organisasi ngga, seberapa penting SAA itu untuk diterapkan. Klo semua pertanyaan itu punya jawaban “ngga” dan “ngga (begitu) penting” atau “bisa/ada sih pake alternatif SAA lain yang mungkin lebih baik”, sebaiknya ditinjau lagi tuh SAA.
  2. Cek dulu apakah fasilitas dan sumber daya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan SAA itu sudah memadai. Klo saya wajib nonton siaran berita di TV pada jam tertentu, cek dulu: TVnya ada ngga, siaran beritanya ada ngga pada jam tertentu itu. Read more…

Welcoming Back My Self..^_^

Hahahaha…

Alhamdulillah akhirnya saya punya waktu, niat yang kuat, dan inspirasi untuk ber-blog-ria lagiiii.. Setelah sekian lama. Hehehe…

Mengawali perjumpaan kita-setelah-saya-lama-tak-muncul, saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H, Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H,  Selamat Tahun Baru 1431 H, dan Selamat Tahun Baru 2010.. :mrgreen:

hahahahaha,, telat banget ya saya,, rombongan pula (*dasar pelit lu Ril) .. :-D

Selanjutnya, saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada para pengunjung blog saya karena ternyata hanya menemukan halaman yang basi, dan kecil manfaatnya. (Ah, resolusi punya blog kece mesti di ulang lagi nih tahun ini..!!) Apalagi yang sudah nanya dan komentar, saya  baru jawab hari ini, tadi pagi-siang.. Maaf yaa.. :-)

Selanjutnya lagi,, saya mau meluapkan kekagetan saya.. “Aaaaaaarghh, banyak banget yang komentar di blog gw..!!!” (biasa aja Ril,, gak sebanyak itu juga kok) :mrgreen:   Yah,, pokoknya banyaknya komentar ini membuat saya harus memenuhi kolom Recent Comment saya dengan gambar diri saya.. Hahahaha…

Nah, karena saya sudah mengawali postingan di tahun yang baru ini (ditandai dengan 4-hari-besar-yang-sudah-saya-selamatin-pada-awal-postingan-ini),, maka kali ini giliran tulisan tak jelas saya yang saya pampang di blog saya.. Hahaha..

Berita up-to-date tentang saya (bagi yang mau tau aja :mrgreen:   ):

Read more…

Fungsi Hash (2)

Fungsi Hash -> Updated wanna be.. ^_^

Akhirnyaaaaa,,,, :-)

sebelum saya curhat-gak-penting-panjang-lebar,, saya lanjutin dulu ya tentang fungsi hash-nya.. (daripada ntar di khotbahin sama si abang.. :mrgreen:   )

Sampe mana terakhir? Oh, baru karakterisitik fungsi hash ya..
Sebelum saya lanjut, saya mau cerita dulu tentang penggunaan fungsi hash ini. Fungsi hash biasanya digunakan barengan sama digital signature. Umumnya, sebelum di sign, sebuah pesan direpresentasikan dalam nilai hashnya, nah, si nilai hashnya ini yang kemudian di-sign. Pada penggunaan yang ini, fungsi hash ini berfungsi untuk menjamin keutuhan data. Pada penggunaan lainnya, fungsi hash juga bisa digunakan untuk menyimpan password. Jadi, password disimpan dalam database dalam bentuk nilai hashnya. Tujuannya, untuk mencegah password bocor kalo2 databasenya bocor. (ngerti tak? :mrgreen:   )

Oke, lanjut..
Read more…

Gue, Anak Muda, dan Mahasiswa UI…

Ah, anak muda zaman sekarang.. Sungguh terlalu deh.. Gak tau sopan santun dan etika..

(Hahahaha,, gaya lu ril,,, kaya bukan anak muda zaman sekarang aje..) :mrgreen:

Saya seriusan ini..

Saya sedih, malu, sekaligus bersyukur klo inget perjalanan saya mampir ke kos-an adik saya di depok jumat kemarin.. Sedih menyaksikan kondisi anak muda zaman sekarang, malu karna saya juga sebenarnya anak muda zaman sekarang, tapi bersyukur karena saya anak muda zaman sekarang yang dididik untuk punya etika, sopan santun, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.. (Haiyah,, PPKn banget yah.. :mrgreen: )

Masalah kecil dan sepele sebetulnya,, tapi penting untuk jadi bahan perhatian, menurut saya..

Pikiran dan postingan saya kali ini bermula dari cerita ibu saya,, dan terbukti ketika saya mampir ke kosa-an adik saya (sekalian mau pulang bareng)  di kawasan UI depok..

Tau bis kuning kan yah? Ada tempat duduk yang terbatas,, lebih banyak pegangan untuk mereka yang berdiri..

Ih,,, gemes banget gw ngeliat pria-pria muda, yang kayanya sih mahasiswa UI, duduk dengan anteng dan tenang, sementara ada banyak perempuan dan beberapa orang ibu-ibu berdiri di dalam bis itu.. Apa mereka gak pernah diajarin mendahulukan perempuan (terlebih ibu-ibu) untuk duduk di dalam bis ya? Klo gw cowo mah, gw malu banget kalo ampe cuek bebek gitu..

Asli,, saya cuma bisa ngelus dada,, dan bersyukur karena pria – pria kampus saya dibiasakan untuk mendahulukan perempuan duduk di bis..

Read more…

Fungsi Hash

Fungsi hash atau one-way hash function adalah one-way function namun juga memiliki karakteristik kompresi. Fungsi hash juga dikenal dengan sebutan fungsi satu arah, karena untuk menghitung suatu nilai hash dari suatu pre image relatif mudah, namun sulit untuk menentukan/menghitung nilai preimage dengan mengetahui nilai hash dari suatu fungsi hash. Fungsi hash disebut juga fungsi kompresi, fungsi kontraksi, message digest, cryptography checksum, digital fingerprint, atau manipulation detecting code (MDC). Fungsi ini dibutuhkan ketika kita menginginkan sidik jari dari suatu pesan, untuk dapat membuktikan atau menjaga keutuhan atau keaslian suatu informasi.

Beberapa karakteristik fungsi hash, antara lain:

  • Fungsi hash dapat diimplementasikan untuk input data berapapun panjangnya;
  • Fungsi hash menghasilkan output dengan ukuran/ panjang yang tetap;
  • Untuk semua nilai input x, y = f(x) mudah untuk dihitung. Dengan kata lain terdapat polynomial time algorithm untuk menghitung y = f(x) dengan mengetahui nilai x.
  • Untuk semua nilai y yang berada pada daerah hasil f, dengan mengetahui nilai y , akan sulit untuk mengetahui nilai x. Dengan kata lain dibutuhkan suatu super polynomial time algorithm untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
  • Untuk suatu nilai x, secara komputasi sulit untuk mencari x’≠ x, dimana f(x’) = f(x), bila hal ini terjadi maka kasus ini disebut bentrokan (collision).
  • Secara komputasi sulit untuk mencari pasangan ( x’, x) dimana x’≠ x dan f(x’) = f(x).

Hmmmmppp, ,, sebenarnya tadi saya ingin menuliskan lebih banyak lagi, tapi berhubung waktu mepet,, lain kali insyaAllah saya sambung,,  (nurillll,, sudah berapa banyak tulisan yang kau janjikan ini..!!)

:mrgreen:

Fungsi hash atau one-way hash function adalah one-way function namun juga memiliki karakteristik kompresi. Fungsi hash juga dikenal dengan sebutan fungsi satu arah, karena untuk menghitung suatu nilai hash dari suatu pre image relatif mudah, namun sulit untuk menentukan/menghitung nilai preimage dengan mengetahui nilai hash dari suatu fungsi hash. Fungsi hash disebut juga fungsi kompresi, fungsi kontraksi, message digest, cryptography checksum, digital fingerprint, atau manipulation detecting code (MDC). Fungsi ini dibutuhkan ketika kita menginginkan sidik jari dari suatu pesan, untuk dapat membuktikan atau menjaga keutuhan atau keaslian suatu informasi.

Dan Akupun Menyesal.. (Bersyukur sesi 2)

Lagi? Tentang “Bersyukur” lagi? Kenapa sih saya hobi banget menuliskan tentang yang satu ini?

Hehehehe,, iya… Saya kan manusia biasa yang bisa sering lupa dan khilaf. Makanya terkadang saya harus mengulang-ulang tentang hal yang penting, biar saya gak lupa, dan jadi terbiasa.. :-)

Hari senin siang saya mengeluh, karena bosan dan jenuh sama satu mata kuliah. Saya gak ngerti dan gak tertarik sama materinya. Dan ternyata, kuliahnya diperpanjang, jadi lebih lama daripada yang dijadwalkan. Makin mengeluh saya. “Kapan ya kuliah ini berakhir. Pengen latihan paduan suara, ngilangin stres.”

Dan saat itu saya lupa dan gak sadar. Bahwa di luar sana, entah di mana, ada orang2 cerdas yang kepingin dan tertarik ikut kuliah saya itu… Bahwa di kelas itu, dengan pelajaran itu, harusnya saya bisa bercocok tanam pahala,, mencari setitik ilmu-Nya lagi… Bahwa di kelas itu, saya harusnya bisa semakin membuka mata atas kebesaran-Nya yang ditunjukkan dengan ilmu-ilmu rumit itu…

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Sayangnya, saya baru sadar kemarin, dua hari setelah kuliah itu berakhir…

Bukankah seharusnya saya bersyukur atas banyak kesempatan baik yang diberikan kepada saya,, bersyukur dengan cara memanfaatkan kesempatan-kesempatan itu sebaik mungkin..
Andai siang itu saya bersyukur, mungkin saya bisa menikmati kuliah saya itu, mungkin sekarang saya bisa mendapatkan ilmu walau hanya sepotong kecil.

Yah,, semoga saya bisa lebih baik di kuliah-kuliah berikutnya.. :-)

- 25 Juni 2009,, 23:33,, atas kasur, ngantuk-

Hiaaaaaa,,, makin lama makin gila…!!!

Yups,, beginilah kondisi yang akhir-akhir ini saya rasakan,, makin lama makin gila.. :mrgreen:

Rasa-rasanya udah lama banget nih saya gak curhat di halaman saya tercinta ini.. (*hueekkkk…) :-D

Jadi gini kawan ceritanya,,, kira2 2 bulan lagi saya udah ganti evolet di bahu, dari merah menjadi biru.. Tak terasaaaaa….!!!

Hhhhhhhh…. *menghela nafas… Bukannya saya gak cinta, gak suka, atau gak mau nih… Tapiiiii,,,,

duluuuu,, waktu saya masih tingkat 1 atau 2, blom ada diposisi sekarang,, saya sih tenang-tenang aje mo ganti evolet, malah seneng, karena jadi makin senior. Klo sekarang, waddduuuhhhh,,, biar kata mo jadi senior yang paling senior juga tetep aja ketar-ketir..

Evolet biru itu bisa berarti banyak hal bagi pemakainya di kampus saya tercinta ini.
Bisa berarti jadi yang paling senior, bisa berarti jadi kakak tertua yang bertanggung jawab atas adik-adiknya, bisa berarti pengambil keputusan dan kebijakan dalam organisasi, bisa berarti penjuru barisan yang pasti “dilihat” sama adik-adiknya, bisa berarti kurungan tinggal satu tahun lagi, bisa berarti kuliah makin sedikit sekali. Tapi yang pasti, evolet biru itu berarti saatnya mengerjakan TUGAS AKHIR..!!!

Nah itu dia tuh sumber ketar-ketir dan kegilaan saya,, dan sebagian besar kawan-kawan saya..!!

Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.