Saya agak tergelitik saat mendengar pidato yang dibacakan oleh Bang Egia saat wisudanya.
Kira-kira begini “Banyak pemikir yang tidak melaksanakan dan banyak pula pelaksana yang tidak berpikir”.
Iya ya, saya jadi ragu juga, apakah semua tindakan yang saya lakukan sudah saya pikirkan masak-masak sebelumnya, dan apa semua yang saya pikirkan entah itu keinginan, khayalan, resolusi, niatan, sudah saya lakukan semua dengan baik.
Sering nggak sih kita bilang gini “Pokoknya semester depan gue gak mau kena HER” (pengalaman pribadi ceritanya,, hehehe..) dan tekad-tekad lainnya? Yakin tuh semua terlaksana? Kalau saya sih, jujur nih, gak yakin semua pernah terlaksana. Memang, awalnya semua berjalan sesuai dengan rencana dan niat yang tadi itu, tapi seiring dengan berjalan waktu, pasti lama-lama lupa lagi.
Atau mungkin gini, kita mengambil tindakan yang tergesa-gesa. Pada akhirnya, tindakan yang tidak terpikirkan itu malah membuat kita menyesal pada akhirnya.
Kayaknya benar apa kata Bang Egia, sebaiknya resolusi kali ini saya mulai dengan “MENJADI PEMIKIR YANG BERTINDAK DAN PELAKSANA YANG BERPIKIR”…
Hwehehehehehehehehehe…..

LAKUKAN APA YANG KAMU PIKIRKAN DAN PIKIRKAN APA YANG KAMU LAKUKAN
setuju banget tuh….
Pelaksana yang tidak berpikir ????
atau
Pelaksana yang salah dalam berpikir.