InsyaAllah, dimasa depan saya akan sering bermain-main dengan yang satu ini. Rekayasa Perangkat Lunak atau mari kita sebut bersama RPL (biar saya ngetiknya gak lama,, Hehehe..)
Banyak orang salah megartikan RPL yang sesungguhnya. Misalnya nih ya, banyak SMK-SMK di Indonesia dengan latah membuka jurusan rekayasa perangkat lunak padahal hanya mengajari pemrograman C, VB atau Pascal. RPL kah itu?
Take a look at this one..
RPL:
• Software kompleks
• Digunakan oleh pengguna riil aplikasi
• Menggunakan komponen-komponen reusable
• Digunakan dalam jangka waktu lama
Non RPL:
• Software mainan
• Digunakan oleh pembuat saja
• Ditulis dari awal
• Digunakan sebentar saja
Jadi, apaan tuh RPL?
RPL itu suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal requirement capturing (analisa kebutuhan pengguna), specification (menentukan spesifikasi), desain, coding, testing s/d pemeliharaan sistem setelah digunakan (Romi Satria Wahono).
Jadi RPL itu bukan Cuma masalah teknis, tapi juga kegiatan strategis seperti manajemen proyek perangkat lunak, penentuan metode dan proses pengembangan, serta aspek teoritis, dan mencakup program computer, dokumentasi, dan kofigurasi. (Halah, gaya gue..)
It means, RPL itu meghasilkan running program dan produk lengkap. Yang dipelajari bukan cuman bahasa pemrograman (seperti yang sudah saya tulis di atas) tapi juga requirements capturing, desain, arsitektur, testing, kualitas software, dan people/cost management.
Fiuhh, kayanya segini dulu ilmu saya yang bias saya bagi. Next, let’s get closer with kripto. Hehehehe..
