Buset.. Saya masih tingkat dua tapi udah ngomongin TA ajah..
Ngga ding,, ini cuman menunjukkan ketertrikan saya saat ini terhadap Quantum Cryptography ituh..
Sedikit info nih, jadi waktu ke UGM kemarin, paparannya itu punya tema “Peranan Fisika dalam Kriptografi”, dan disitu dinggung2 tentang Quantum Kriptografi dan penggunaan sifat dari suatu unsur, dalam hl ini waktu paruhnya, sebagai RNG atau Random Number Generator..
Saya iseng cari tau tentang Quantum Kriptografi kemarin, dan singkatnya begini…
Quantum kriptografi adalah metode enskripsi yang relatif baru. Pada awal tahun 2002, aplikasinya dibatasi untuk laboratorium dan proyek rahasia pemerintah. Proses didasari oleh Prinsip Ketidakpastian Heisenberg yang sebenarnya dipakai dalam teori atom modern.
Dalam quantum kriptografi, pesan dikirim dengan menggunakan runtun foton. Jika penerima mengetahui urutan dan polaritas dari foton maka ia bisa menterjemahkan pesan tersebut, Dan jika seseorang yang berusaha mengintip pesan, beberapa foton akan berubah polaritasnya. Hal ini akan memberi tahu si penerima bahwa pesan telah dibaca orang lain, dan dia bisa meminta si pengirim untuk mengirim ulang pesan dengan polaritas foton yang berbeda.
Quantum kriptografi memungkinkan adanya enskripsi yang tidak bisa dipecahkan. Meski demikian biaya yang dibutuhkan sangat mahal dan masih dipakai dalam aplikasi yang terbatas.
Ini saya dapat dari yahoo answer. Tapi saya masih bingung sama Teori Atom Modern dan Prinsip Ketidakpastian Heisenberg. Nih saya masih nyari tau, belajar.. Hehehehe.. Ada yang mau bantuin saya?

wah… maenannya serem,
udah kriptografi, pakeannya quantum2an lagi
~salam kenal nona~
@ belajarmenulis: Kaga gituh juga kalee..
Kbetulan aja dan memang harus belajarnya kriptografi ituh.. Kayanya Mas lebih ngerti masalah quantum2an nih,,ntar saya bisa minta bantuannya dong?
~salam kenal juga
~
OPO WI RA MUTU!!!!
@ slamet purnomo:Hehehehehe,, alhamdulillah, akhirnya ada yang protes juga..
Iya nih, lagi belajar bikin yang rada mutu..
Teman saya sdg riset ttg fisika kuantum. Orangnya baik. Ini blognya trisetyarso.wordpress.com. Semangat!
emg benar ya, anak kripto itu pinter2 (Amien…)
quantum kriptografi ama chaos bedanya apaya?
klo tertarik chaos, nanya ke bang 3van..
oh iya, gw tau klo persamaan quantum kriptografi ama chaos, yaitu sama2 “susah”
) Gubrak!!!!!!!!
akhirnya… ada temen blajar juga
see u soon
@ wong sarap: tadi subuh gak ada yang ke labkomp kan ya..
Yaudah ditungguin aja..
permeos numpang lewat
“the process of measuring a quantum system in general disturbs the system” <– cocok beut buat key distribution
kalo sejauh saya pernah baca2 sih,, emang si quantum itu dipakenya untuk mendistribusikan kunci.. Kemarin kan bang maman juga buat papernya pemanfaatan runtun foton itu untuk mendistribusikan kunci untuk OTP.. Nggg,,, tapi gak tausih,, ini juga masih baca-baca lagi..
kakak?
kakak,fs na apa? pengen comment nih,, males klo disini
You Have To Refresh Your Details
eh sama kita, TA w juga mengenai kuantum kriptografi. tapi w da tambah metode secret sharing lagi lo.
u tau pa tu??
nampakny bisa saling bantu kita. hohohooo…
@ adult emporium : udah, cuman blom sempet di share aja..
@ Evocrus : secret sharing blm tau banyak, baru tau sekilas aja, tapi senior saya ada yang TAnya secret sharing.. Hmmm,,, boleh,, boleh..
Quantum kriptografi? hm…
menarik tuh.. emang rada terbaru seh. tapi sesuai yang aku baca di beberapa artikel dan web, kayaknya masih ada kelemahan dan bisa di jebol tuh..
ini aku paste tulisannya ya :
Bruce Schneier, ahli kriptografi, mengungkapkan pengembangan proteksi jaringan dengan kriptografi kuantum benar-benar tidak berguna. Bruce Schneier pertama kali menggunakan kriptografi kuantum di jaringan pada minggu lalu di Austria, namun terdapat sedikit perbedaaan dengan teorinya. Ide dasar pembuatan kriptografi kuantum ini memang mengagumkan, secara teori, namun pada kenyataannya, menjadi kurang berguna.
Setiap kriptografi kuantum tidak menyelesaikan semua kriptografi. Kunci akan ditukar dengan foton atau satuan energi dalam cahaya, namun sebenarnya untuk proses enkripsinya hanya menggunakan algoritma matematik konvensional. Schneier mengatakan bahwa ada point terlemah dari jaringan bukan terletak pada proses transmisi data, namun dari endpoint jaringan. Untuk itu, kriptografi kuantum justru tidak dapat memecahkan dasar masalahnya.
Kriptografi kuantum tampak seperti melindungi user dari adanya attacker dengan meletakkan sesuatu yang besar di ground. Namun, menurut Schneier, ternyata hal tersebut tidak berguna karena sesuatu tersebut seharusnya berada di ketinggian 50 feet atau 100 feet, karena jika tidak maka attacker pasti masih dapat menjangkaunya. Sistem kriptografi kuantum benar-benar berlandaskan di sebuah aplikasi Heisenberg Uncertainty Principle, yang akan broadcast secara luas, namun sulit untuk mengamati informasi kuantum tanpa mengubahnya.
Hal ini akan memungkinkan seseorang dapat mendengarkan broadcast kuantum secara diam-diam atau yang disebut eavesdropper, karena kriptografi kuantum ini diletakkan di data yang telah diubah sehingga dapat secara mudah diketahui attacker dan jaringan menjadi shut down. Walaupun kuantum memiliki banyak kelemahan, namun pada intinya terdapat satu kelemahan dari kriptografi simetris tersebut. Kelemahan yang dimaksud adalah attacker hanya membutuhkan separuh waktu untuk memecahkan kunci, dan kunci tersebut dapat secara mudah ditebak dengan menambah jumlah kunci.
@ Wandy : iya, saya juga udah lama baca itu di webnya Schneier,, tapi blm sempet saya baca2 lagi.. Sumber tentang kriptografi kuantum sejauh ini yang bisa saya temukan sangat terbatas, makanya saya lagi nyari tema TA lain yang mungkin.. Terima kasih untuk infonya Mba/Mas..