Ceritanya setiap hari kamis di kampus saya itu ada kegiatan keagamaan, sore dan malam. Sore kemarin diisi dengan sedikit tausiah tentang akar. Tapi postingan saya kali ini bukan mau cerita tentang akar yang kemarin itu, tapi beberapa hal yang terinspirasi dari tausiah kemarin dan Hadis Qudsi berikut:
“Hai hamba-Ku, apabila kamu hidupkan malammu untuk-Ku dan kamu aktifkan siang harimu untuk menuntut ilmu-Ku,maka kamu termasuk salah seorang dari pembesar hamba-Ku.Barang siapa telah memelihara zikir-Ku karena kebiasaan dirinya,berarti dia telah membuat suatu perjanjian untuk keselamatan dirinya kepada-Ku”.
(Hadits Qudsi)
Saya tertarik dengan bagian hidupkan malammu untuk-Ku dan menuntut ilmu-Ku. Apa sih maksudnya? Saya mengartikan itu sebagai sebuah penjelasan pengertian ibadah sebagai tujuan hidup kita.
Kita diciptakan oleh Alah semata untuk beribadah kepadanya. Tapi jangan pernah mengartikan ibadah secara sempit. Teman saya bilang, ibadah itu berarti sholat terus. Dosen abstrak saya juga pernah nanya “terus gimana dengan kehidupan kita, kita kan hidup bersosial”. Pertanyaan dan penyataan seperti itu sungguh menyayat hati saya. Sesempit itukah arti ibadah? Setiap detik hidup kita harusnya bisa jadi ladang untuk mencari ridho-Nya, menurut Hadis Qudsi di atas.
Hadis Qudsi yang satu ini menjelaskan tentang pengertian ibadah itu. Setau saya, sesungguhnya semua kebaikan yang kita niatkan hanya untuk Allah itu ibadah. Kalau yang saya tangkap, malam itu identik dengan waktunya istirahat. Padahal malam dan istirahat itu sendiri adalah waktu untuk memulai hari esok, waktu untuk menilai hari tadi, waktu untuk kita bisa berada dalam kesendirian kita, waktu yang tepat untuk beribadah, berniat untuk mengevaluasi kesalahan hari tadi dan berniat untuk memperbaiki kesalahan itu di esok harinya. Waktu untuk mengadukan segala perasaan dalam kesendirian kepada Sang Khalik..
Siapa yang mengartikan menuntut ilmu berarti sekolah dan kuliah? Kasihan yang sudah kerja kalau begitu, kesempatan untuk jadi pembesar hamba-Nya semakin kecil. Siang hari itu waktunya kita beraktivitas, memiliki kehidupan sosial, bertemu orang-orang, melihat dunia dan segala isinya. Ada banyak hal yang bisa kita ambil ilmunya dari semua yang kita lihat. Ilmu bersabar, ilmu ramah, atau emang benar2 ilmu yang harus belajar seperti sekolah. Cuy, dunia terlalu sangat luas untuk bisa kita jangkau dengan diri kita yang kecil, tapi tidak dengan ilmu yang tiada batas. Makanya yang namanya menuntut ilmu itu sampai ke liang lahat.
Ngomong2 ilmu, bahasan tentang akar (tuh kan, akar aja bisa memberikan kita ilmu) kemarin menyinggung satu ilmu terpenting dalam mencapai tujuan kita hidup di muka bumi ini, yaitu ilmu ikhlas. Mudah memang bilang “saya ikhlas”, tapi apa kita sudah benar-benar ikhlas. Apa sih ikhlas itu? Saya mempunyai pengertian ikhlas adalah tanpa pamrih, melakukan apapun semata hanya karna Allah, untuk mendapat ridho Allah. Kenapa sih kita perlu ilmu itu? Karena harusnya kita sadar bahwa semua yang kita punya, kita dapat, semua yang terjadi, semua hal buruk, semua hal baik, pokoknya semua semua hanya milik Allah. Saat kita sudah bisa ikhlas (bisa beneran, bukan cuma di mulut) saat itulah kita bisa hidup tanpa perasaan yang terbeban tapi bisa terus mengusahakan segala yang terbaik untuk segala hal.. Pada kenyataannya, saya sendiri belum bisa selalu ikhlas, masih belajar.
Itulah inspirasi yang saya dapat,, tentang ikhlas dalam beribadah.
Mudah2an saya bisa jadi termasuk orang-orang yang ikhlas dan telah membuat suatu perjanjian untuk keselamatan diriku kepada-Nya..
-sekedar berbagi pendapat,, ditunggu nih pendapat yang lain dalam rangka mencari ilmu..
-

“Mudah2an saya bisa jadi termasuk orang-orang yang ikhlas dan telah membuat suatu perjanjian untuk keselamatan diriku kepada-Nya..”
Amien..
[betewe, salutnih buat bocah
, lebih sering lagi aj]
ketika orang bilang kalau dirinya sudah ikhlas, maka ikhlas itu belum ada padanya. tanda keikhlasan justru muncul ketika orang merasa tidak rela akan apa yang diterima ataupun yang diberikannya, namun dia mncoba untuk merelakannya. ketika dia sudah hilang rasa itu , barulah makna ikhlas dapat dilihat.
Huaaaaaaaa,,, kok gw gak bisa2 login ke wordpress yah..
Padahal kan mu ada postingan baru..