Berbicara tentang keadaan saat ini tidak akan pernah lepas dari isu perdagangan bebas dimana dunia begitu terbuka dan perang informasi terjadi dimana-mana. Mereka yang mempunyai informasi terbanyak adalah yang bisa menguasai dunia. Perang intelijen terjadi dimana-mana. Gak usah jauh-jauh perang informasi dan intelijen yang berarti tentang informasi penting yang menyangkut kepentingan orang banyak, yuk kita bicara tentang informasi penting yang menyangkut diri kita dan keluarga sendiri dulu.
Sudah sering kita mendengar banyak orang yang menjadi korban penipuan menang lomba ataupun korban dari pencurian data kartu ATM ataupun kartu kredit. Pernahkah kita menyadari bahwa semua kejadian itu berawal dari orang lain yang memiliki data pribadi kita dan memanfaatkan itu semua untuk mengambil keuntungan?
Yuph,, itu dia yang jadi masalah.. Kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan informasi. Saya masih sering menemukan orang yang bilang “Password laptop saya ini-ini” , atau ada juga orang yang minta tolong orang lain untuk mengambilkan uang di rekening tabungannya melalui ATM, yang berarti ada orang lain yang mengetahui password ATMnya. See? Kalau begitu, kita tidak bisa menyalahkan orang lain kalau suatu waktu kita menjadi korban penipuan seperti yang saya jelaskan di atas.
Yang seharusnya adalah kita menyadari nilai sebuah informasi, dan mengamankan informasi tersebut sesuai dengan nilainya. Artinya, semakin berharga dan penting informasi, maka semakin kuat pengamanan yang harus kita lakukan terhadap informasi tersebut. Kalau dalam sebuah computer terdapat data rahasia yang harusnya hanya diketahui oleh pihak terntentu saja, maka beri password untuk membuka data tersebut, kalau perlu simpan data tersebut secara hidden. Itu salah satu contohnya.
Sebenarnya masih banyak cara lain yang dapat kita gunakan untuk mengamankan sebuah informasi. Tapi, semua cara itu tidak akan berguna jika kita tidak benar-benar menyadari nilai sebuah informasi. Useless jika kita mengenkripsi suatu data, tapi kuncinya kita tuliskan pada sebuah kertas, dan kertas itu kita tempelkan di meja kerja. Yah seperti itulah kira-kira maksud saya..
Nb: Maaf kalau penjelasannya kurang jelas,,
-kelas, 28 Februari 2009-

Iya iaya..
Informasi itu harus kita pahami dan kita jaga dengan baik…
Karena informasi itu sumber melaksanakan suatu kegiatan kan..
Hohohoho. maav kalo komennya kaga nyambung..
Oh iya sebelumnya saya berterima kasih Mbak dari BLOG Anda akhirnya saya sekarang sudah masuk di STKS Bandung..
Salam hangat dan salam Persahabatan dari Bocahbancar….
@ bocahbandar : Yuph,, bener banget,, informasi itu bahan pengambilan keputusan..
Salam persahabatan juga..
Salam kenal kak..
mau nanya2 dong, kak emangnya yang skul di STSN tuh pinter2 semua yah ? Trus blajar apa aja kak ? susah ga ? Soalnya aku lagi pertimbangin daftar di STSN kak,
makasih….
yah… kirain mo bahas Teori Informasinya Shannon…
I just think when I was read your article that you have wrote about value of information.
Ehm.. I’m wrong, In fact you try to explain “how much enough or important of information”.
Overall thanks
Value of information, I take from System Analysis and design method, Mc Grew Education is ART ;
Accurate, Relevance and Time..
@ zakimath : Hehehe,, sebenernya saya punya doc Teori Informasinya Shannon,, tugas semester kemarin,, tapi,,, ntar deh insyaAllah saya post secepatnya..
@ Arif : Wah, maaf klo mengecewakan.. Salah judul nih ya kayaknya?? Banyak yang salah sangka gini.. Ganti deh judulnya..
Tengkyu buat the real value of informaionnya..
Never mind, you have try to explain it.